DAHA BOREPILE
Proyek

SCAFFOLDING

Mengenal fungsi, jenis, dan tipe perancah (scaffolding) untuk konstruksi bangunan. Temukan panduan lengkap perancah dari bambu hingga besi modern di sini.

Proyek
2025-06-08
SCAFFOLDING

Pengertian Perancah (Scaffolding)

Perancah (scaffolding) adalah struktur sementara yang dirancang untuk menyangga pekerja dan material selama proses konstruksi, perawatan, maupun perbaikan gedung dan struktur bangunan besar lainnya.

Secara umum, perancah modern menggunakan sistem modular berbahan pipa atau tabung logam (besi/galvanis). Namun, material alami seperti bambu dan kayu dolken masih banyak digunakan sebagai alternatif ekonomis.

Penggunaan perancah berbasis pipa besi (scaffolding) kini lebih diminati pada proyek menengah hingga besar karena menawarkan efisiensi waktu pemasangan, ketahanan beban yang tinggi, serta penghematan biaya jangka panjang melalui skema penggunaan berulang (reusable).

3 Tipe Dasar Perancah

Tipe PerancahKarakteristik UtamaContoh/Penggunaan
Supported ScaffoldsPlatform kerja disangga oleh tiang-tiang penopang dari bawah dengan komponen penguat seperti kaki, frame, coupling, dan outriggers.Pekerjaan konstruksi dengan platform kerja yang membutuhkan penopang dari permukaan tanah.
Suspended ScaffoldsPlatform kerja tergantung dari bagian atas gedung menggunakan tali, rantai, atau kawat seling baja.Pekerjaan pada sisi luar gedung bertingkat seperti pengecatan dan perawatan fasad.
Aerial LiftsPenopang mekanis yang dapat diatur ketinggiannya untuk mengangkat pekerja atau kargo.Man basket, boom lift, dan pekerjaan pada ketinggian tertentu.

Fungsi Utama Perancah

  • Keselamatan Kerja: Menyediakan tempat kerja yang stabil dan aman bagi para tukang sehingga risiko jatuh dari ketinggian dapat diminimalkan.
  • Pelindung Area Bawah: Melindungi pekerja atau lalu lintas orang di lantai bawah dari bahaya jatuhnya material maupun peralatan kerja (falling objects).

Jenis-Jenis Perancah Berdasarkan Konstruksi dan Kegunaan

  • Perancah Andang: Digunakan khusus untuk pekerjaan skala rendah dengan ketinggian antara 2,5 hingga 3 meter. Jenisnya meliputi andang kayu, andang bambu, dan andang besi.
  • Andang Kayu: Dibuat dengan cepat untuk pekerjaan ringan, namun tinggi perancah bersifat tetap dan tidak dapat disetel.
  • Andang Bambu: Dirakit menggunakan pengikat tali ijuk yang tahan air dan panas. Ketinggiannya sudah disetel tetap sebelum dipasang.
  • Andang Besi: Sangat praktis karena ketinggiannya dapat disetel dan fleksibel untuk dipindahkan.
  • Perancah Tiang: Digunakan apabila pekerjaan bangunan sudah melebihi ketinggian 3 meter dan dapat dirangkai hingga lebih dari 10 meter.
  • Perancah Tiang Bambu: Populer karena materialnya murah, mudah didapat, dan diikat menggunakan tali ijuk tanpa merusak fisik bambu.
  • Perancah Bambu Konsol Besi: Ditopang oleh konsol besi sehingga menghemat penggunaan tiang bambu dan lebih praktis dalam pemanfaatan area kerja.
  • Perancah Tiang Besi/Pipa: Dirangkai menggunakan sambungan klem (coupling), menjadikannya lebih presisi dan cepat dalam proses bongkar-pasang.
  • Perancah Besi Beroda (Mobile Scaffold): Terbuat dari pipa galvanis yang dilengkapi roda di bagian dasarnya. Ideal untuk pekerjaan yang membutuhkan mobilitas tinggi di permukaan lantai yang rata dan keras. Roda wajib memiliki sistem pengunci (locking brake/caster wheel brake).
  • Perancah Besi Tanpa Roda: Sistem perancah yang terdiri dari susunan komponen lengkap seperti kaki pipa berulir (jack base), main frame, cross brace, papan panggung (catwalk), hingga tangga akses.
  • Perancah Menggantung (Suspended Scaffold): Dipasang dengan cara digantung pada bagian atas struktur bangunan menggunakan tali atau rantai baja. Umumnya digunakan untuk pekerjaan plafon, pengecatan dinding luar gedung bertingkat, atau pengerjaan plat beton di area atas air.
  • Perancah Frame (Frame Scaffold): Terdiri dari komponen preset frame (steger jadi) yang dapat ditumpuk secara vertikal dan horizontal menjadi satu kesatuan struktur yang tinggi dan kokoh.
  • Perancah Dolken: Perancah tradisional menggunakan kayu bulat atau dolken dengan diameter 6–10 cm sebagai tiang penyangga utamanya.

Jenis Perancah Spesifik Lainnya

Jenis PerancahKarakteristik Utama & Kegunaan
Independent ScaffoldMemiliki dua baris tiang (standards) yang berdiri sendiri tanpa membebankan beban vertikal pada dinding gedung, namun tetap membutuhkan ikatan (ties) ke dinding untuk stabilitas lateral.
Birdcage ScaffoldTerdiri dari susunan tiang jamak yang dihubungkan rapat oleh ledgers dan transoms. Sering dipakai untuk area luas seperti pekerjaan plafon interior.
Access Tower ScaffoldKonstruksi perancah berbentuk menara yang khusus difungsikan sebagai tangga akses vertikal pekerja, bukan tempat penimbunan material.
Cantilever ScaffoldPerancah yang melayang atau ditopang hanya pada salah satu ujungnya dan menempel pada struktur utama gedung.
Putlog ScaffoldMenggunakan satu baris tiang utama di luar, sedangkan sisi dalamnya ditopang langsung oleh lubang pada dinding bangunan (putlog).
Two Point & Bracket ScaffoldVariasi perancah gantung dan braket samping yang ditempelkan pada struktur bangunan untuk area kerja terbatas.

Konsultasikan Proyek Anda Bersama Daha Borepile

Belum menemukan jawaban yang Anda cari? Tim kami siap membantu menentukan solusi pondasi yang paling sesuai dengan kebutuhan proyek Anda, mulai dari konsultasi hingga pelaksanaan di lapangan.

Konsultasi Gratis
Respon Cepat
Tim Berpengalaman
Hubungi via WhatsApp